BAGIAN KEDUA: PROSES yang BENAR akan Memberikan HASIL yang BENAR
Prinsip 2: Ciptakan proses yang mengalir secara kontinu untuk mengangkat permasalahan kepermukaan
- Design
ulang proses kerja agar mengalir secara kontinu dan memberi nilai
tambah yang tinggi. Usahakan untuk menghilangkan waktu kosong (idle)
dalam setiap proses kerja atau menunggu seseorang untuk mengerjakannya
- Ciptakan
aliran untuk mengerakan material dan informasi dengan cepat serta
mengaitkan proses dan orang agar menjadi satu kesatuan sehingga masalah
dapat segera diangkat kepermukaan.
- Buat proses mengalir menjadi
kenyataan sebagai bagian budaya organisasi Anda. Ini adalah kunci untuk
peningkatan berkesinambungan yang sebenar-benarnya dan untuk
pengembangan karyawan.
“Bila
ada masalah muncul dalam manufaktur one-piece-flow, seluruh jalur
produksi akan berhenti. Dalam hal ini sangat buruk. Namun ketika
produksi berhenti semua orang dipaksa segera memecahkan masalah.
Sehingga para anggota tim harus berfikir dan dengan berfikir para
anggota tim berkembang dan menjadi anggota tim dan orang yang lebih
baik”…Teruyuki Minoura, former President, Toyota Motor Manufacturing, North America

Sebagian besar proses bisnis terdiri dari % PEMBOROSAN dan 10% Pekerjaan BERNILAI TAMBAH. Mengejutkan? Atau mempertanyakan?
Pekerjaan
yang bernilai tambah artinya suatu pekerjaan yang benar-benar dihargai
dan dibayar oleh pelanggan. Bila pekerjaan tersebut tidak memberikan
dampak nilai jual artinya adalah pemborosan, sebab pelanggan atau
pembeli tidak mau tahu atau menghargai segala pemborosan yang dilakukan
pemasok. Pelanggan tidak peduli akan forklift mondar-mandir terlalu
banyak pergerakan atau kelebihan dalam print out kertas atau waktu
tunggu change over. Pembeli inginkan: Kualitas, Harga dan Ketersediaan.
Pengertian yang sederhana tentang MURA + MURI + MUDABila kita memindahkan 6,000 Kg XLPE (@ 1,000 Kg/Pallet) dengan forklift kapasitas 2,000 Kg maka:
MUDA adalah 6 Trips x 1,000 Kg ==> Pemborosan trasportatsi
MURA adalah 2 trips x angkut 2 pallets + 2 trips x angkut 1 pallets ==> Tidak konsisten dan pemborosan transportasi
MURI adalah 2 trips x angkut 3 pallets ==> Mengangkut berlebihan dan menyebabkan kerusakan forklift
Yang terbaik adalah ==> 3 trips x angkut 2 pallets aman dan produktif.
Reflexy:
Untuk
mengantar ibu hamil memeriksakan kandungannya, rata-rata rumah sakit di
Jakarta membutuhkan waktu 135 menit (Mulai dari telapak kaki
menginjakan RS hingga telapak kaki terakhir meninggalkan pintu RS).
==>
15% adalah Value added yaitu Pemeriksaan dan pengambilan obat, 19%
aktivitas yang sebenarnya bisa dihilangkan (Daftar, Pre-checking,
Billing,...) dan 66% adalah Waste (berjalan, menunggu, mengantri...)
Pemoborosan tidak berarti bagi pelanggan. Mengapa terjadi pemborosan?
Jawabannya:
PENGERTIAN. Pekerjaan atau aktivitas itu akan terus dan terus dilakukan
meski merugikan dan merupakan pemborosan, hingga pada suatu saat,
pekerja tersebut mengerti benar bahwa apa yang dilakukannya adalah
PEMBOROSAN. Dan pemborosan tidak bernilai dan berarti bagi PELANGGAN.
Pelanggan adalah sangat penting bagi seorang pekerja. Gaji yang
diterimanya setiap akhir bulan, bukan dari pemilik perusahaan tetapi
dari PELANGGAN. Penting ini untuk disampaikan kepada para pekerja!
Sehingga Pekerja mengerti benar bahwa PEMBOROSAN bukan barang yang
menarik untuk ditawarkan kepada pelanggan.
Apa hubungannya antara PEMBOROSAN dengan CONTINUES PROCESS FLOW?
Jawabannya:
Hubungan keduannya sangat bermusuhan. Dua contoh dibawah akan
menjelaskan, bagaimana alur proses tradisional yang dipenuhi pemborosan
yang tidak kasat mata (tersembunyi).
Catatan pada Traditional mass flow production:1) Pemborosan inventory
2) Waktu tunggu (waiting) menghambat laju flow
3) Dibutuhkan ruangan yang lebih luas dan inventasi yang lebih tinggi
4) Movement yang lebih
5) Transportasi yang lebih
6) Kemungkinan terjadinya defect/kerusakan produk lebih tinggi
7) Tanpa monitoring yang ketat maka kelebihan WIP dan Over produksi tidak terelakan
Keuntungan dalam penerapan One-Piece-Flow:
- Kualitas yang melekat.
Setiap operator adalah pengawas kualitas ditempat kerjanya. Madiri
dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dan hanya menyerahkan produk
yang terbaik bagi lini berikutnya (sebagai pelanggannya).
- Menciptakan fleksibilitas yang sebenarnya.
Pekerja memiliki multi-skill yang mumpuni dengan hasil kualitas kerja
yang konsisten dan handal. Mampu merespon setiap masalah menjadi
tantangan dan peluang menjadi sempurna. Alat kerja yang dirancang dengan
mudah dirakit dan digunakan untuk multi produk dengan change change
over cepat.
- Menciptakan produktivitas yang lebih tinggi.
Setiap bagian diukur utilisasi alat dan utilisasi orang. Diukur pada
setiap aktivitasnya, apakah aktivitas itu merupakan pekerjaan yang
memberikan nilai tambah bagi pelanngan? Belajar dan berkembang bersama
pemasok, untuk menjadikan setiap input sebagai sesuatu yang terukur dan
variasi rendah. Semuanya distandarkan dan menjadi patokan secara jelas,
transparan dan diketahui banyak orang (yang terkait).
- Meningkatnya semangat dan keselamatan kerja.
Tempat kerja terisi oleh material dan alat kerja yang benar-benar
diperlukan untuk kegiatan saat itu, selebihnya disingkirkan. Ruangan
yang lapang akan mendorong bagi produktivitas, keleluasaan untuk melihat
penyimpangan dan keselamatan kerja. Alat kerja yang dipajang dan ada
ditempat kerja adalah alat dan material yang dipakai. Alat angkut dan
gerakan pekerja leluasa, sehingga iklim bekerja dengan benar dan aman
terjamin. Pekerja dengan mudah menemukan tugasnya. Waktu tunggu yang
hampir tidak ada, memacu pekerja langsung bekerja. Tempat kerja yang
bersih, tertata dan lapang membuat semangat memberikan produk yang
berkualitas terjaga. Pekerja mudah mengenali tugas-tugas berikutnya,
sebab semuanya mudah ditemukan pada didinding visual. Dan pengukuran
yang terus memotivasi untuk menjadi terbaik dibagiannya.
- Mengurangi biaya persediaan.
Material digerakan berdasar kecepatan penjualan. Inventory menjadi
rendah. Semua digerakan dengan sistem KANBAN dan JUST IN TIME. Tempat
penyimpanan yang diidentifkasikan dengan benar, bersih dan rapih membuat
aktivitas pencarian semakin cepat. Proses stock-taking yang cepat.
Barang tersimpan ditempatnya. Barang yang hilang atau habis diketahui
dengan mudah. Tidak ada hamparan inventory di lini proses atau tumpukan
slow moving yang mengarah menjadi dead stock, sebab semuanya ada
identitasnya dan penyimpangan selalu ditindaklanjuti dengan segera.