TPM #44: Pillar ke 6, Pengertian pada Process Control & Process Capability
TPM #44: PILAR ke 6, Quality Maintenance System ‘Hinshitsu Hozen’
Bagian 8: Process Control & Process Capability
Bahasan
mendalam untuk Process Control dan Process Capability, insya Alloh akan
kami bahas lebih detail nanti pada bab “SPC & Control Chart”. Namun
tidak ada salahnya melengkapi tulisan Pilar ke 6 ini dengan sedikit
membuka tentang apa itu Process Control dan Process Capability.
Untuk
mengevaluasi KEMAMPUAN (Capability) suatu proses, yang pertama harus
diingat adalah bahwa STATISTICAL CONTROL dapat mendeteksi adanya
terjadinya Penyimpangan (variasi). Index dari Kemampuan Proses menjadi
mubazir apabila data yang diperoleh bukan dari pengendalian proses
(Proses yang telah dikendalikan). Sebab PROCESS CAPABILITY adalah
PREDIKSI dan PREDIKSI akan berarti (ketepatan) apabila SESUATU itu
STABIL, VARIASI yang terkendali (dapat dikendalikan).
SPC
(Statistical Process Control) dan Penilaian Kemampuan suatu proses
adalah BERBEDA, tetapi digunakan bersamaan untuk tujuan pengendalian
MUTU dan Improvement.
Dengan mengimplementasikan SPC bukan berarti mutu produk akan menghasilkan sesuai specifikasi
Hanya dengan menerapkan kedua-duanya-lah.. maka Variasi dan Pengendalian itu dapat terbaca.
SPC dan Capability Process adalah bekerja dengan berbeda Control Limit.
SPC
digunakan untuk menilai dan mencermati apakah hasil suatu proses itu
dalam batas kendali (Control Limit?). Sementara Capability Process
Assesment didasarkan pada PENETAPAN, bahwa proses benar-benar tunduk dan
mentaati panduan Specification (Specification Limit?).
Dengan
menghilangkan penyebab, maka proses dapat terkendali dan terbaca dalam
SPC. Sesuatu yang ada dalam kendali, mungkin saja tidak mampu
menghasilan specifikasi yang diharapkan, untuk itulah diperlukan
pembacaan dalam Capability Process Control (Specification Control
Limit).
Pada
Kondisi #1, Process benar-benar dalam kendali suatu masalah. Maka
improvement yang harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab dari
masalah tersebut, sehingga Proses benar-benar dalam kendali yaitu pada
Kondisi #2. Dimana tidak adanya penyebab khusus dan grafik (trend)
menjadi distribusi normal dan selalu konstan dari waktu ke waktu. Bila
distribusi (penyebaran) variasi itu kecil dibandingkan dengan tolerasi
proses, maka proses benar-benar mampu menghasilkan produk sesuai mutu
dan dalam kendali, yaitu seperti pada Kondisi #3. Apabila grafik
penyebaran yang terjadi ada ditengah dan penyimpangan yang sangat kecil
dibawah toleransi mutu dan specifikasi, berulang dan terus, maka dapat
disimpulkan bahwa proses benar-benar dalam kendali dan mampu
menghasilkan pengulangan (konsistensi) atas mutu (Under-control, Capable
dan Centred).

Yang
perlu dipahami dan dicampkan adalah bahwa INDEK CAPABILITY adalah
perbandingan ANTARA: CUSTOMER SPECIFICATION dengan ACTUAL PERFORMANCE.
Atau lebih sederhananya disebutkan: APA yang SAYA INGINKAN berbanding
dengan APA yang SAYA CAPAI????
0 komentar:
Posting Komentar