“Velocity, Through Put & Lead Time”

“Lean
Continues Process Flow memberikan berbagai keuntungan. Selain lebih
cepat, ringkas dan terjadinya eliminasi pemborosan Inventory dalam
penumpukan Work in Progress. Dengan hilangnya penumpukan Inventory
didapat keuntungan Defect produk semakin berkurang, kecepatan menaik,
biaya Inventory lebih rendah dan pada akhirnya berpengaruh pada Biaya
Produksi yang lebih kompetitif.”
Velocity
adalah kecepatan pergerakan produk dari satu station ke station
berikutnya. Dalam hal ini pengaruh terbesar adalah tumpukan Inventory
pada working station yang berakibat pada biaya inventory. Semakin cepat
laju kecepatan pergerakan produk, akan menjamin lebih cepatnya barang
diterima ke tangan Pelanggan maka artinya proses invoicing dan payment
lebih cepat. Pada akhirnya turn-over working cycle (cash flow) akan lebih sehat.
Throughput
adalah istilah yang digunakan untuk hambatan dan bottleneck process.
Yang diukur adalah berapa banyak Finished product yang diadakan untuk
disupply kepada satu Pelanggan pada jangka waktu tertentu. Analoginya
adalah Aliran air pada diameter pipa yang berbeda. Berapapun banyak air
yang mengalir dalam pipa kecepatan terhadap volume pegisian akan
ditentukan oleh diameter yang terkecil.
Lead
Time adalah waktu yang dibutuhkan oleh proses kerja untuk memenuhi
sebuah order hingga lengkap sesuai permintaan. Adalagi yang menyebutnya
sebagai pemenuhan terhadap Ontime Fulfillment Delivery to Customer.
Sederhananya adalah menjawab pertanyaan ini: “Berapa waktu yang
dibutuhkan untuk memenuhi apa yang saya inginkan?”
Perhatikan contoh berikut ini:
- Segitiga Pink kecil ~ artinya 100 unit endapan WIP dalam proses
- Process
#1 memiliki tumpukan WIP yang menunggu untuk diproses ~ 800 unit
ditambah endapan WIP proses di working station ~ 100 unit.
- Process #2 ada 3 antrian order didepan 1,600 unit ditambah endapan WIP proses di working station ~ 100 unit.
- Process #3 ada 3 antrian order 650 unit ditambah endapan WIP proses di working station ~ 100 unit.
- Process #4 ada 2 antrial order 150 unit ditambah endapan WIP proses di working station ~ 100 unit.
- Dan proses #4 memiliki keluaran yang ditranfer ke bagian Shipping berupa Finished product.
Maka perhitungannnya adalah sebagai berikut:
Kita bandingkan dengan Continues process pada prinsip LEAN Manufacturing:
Dari 2 kasus diatas apa kesimpulan Anda?
Bila Anda PEMILIK Perusahaan, apa sikap Anda?
Dan bila Anda adalah Karyawan apa yang akan kerjakan?
Bagaimana menjadikan perusahaan yang Kompetitif dengan Biaya Rendah dan Kecepatan dalam meresond pemenuhan order Pelanggan?
0 komentar:
Posting Komentar