BAGIAN KEDUA: PROSES yang BENAR akan Memberikan HASIL yang BENAR
Prinsip 6: Standar Kerja Merupakan Fondasi bagi Peningkatan Berkesinambungan dan Pemberdayaan Karyawan

“Lembar
standar kerja dan informasi yang ada didalamnya merupakan elemen
penting dari Toyota Production System. Agar seorang pekerja produksi
mampu menulis lembar standar kerja yang dapat dipahami oleh pekerja yang
lain, dia harus merasa yakin akan pentingnya lembar kerja tersebut...
Efisien yang tinggi dipertahankan dengan mencegah berulangnya produk
cacat, kesalahan operasional, kecelakaan kerja dan dengan menyertakan
ide-ide pekerja. Semua ini hanya bisa terjadi karena adanya lembar
standar kerja yang sering kali diremehkan orang.” [Taiichi Ohno]
- Gunakan
metoda berulang yang stabil di manapun untuk mempertahankan kesamaan,
keteraturan waktu dan keteraturan hasil proses Anda. Ini merupakan
fondasi proses mengalir dan sistem tarik.
- Tangkap
pembelajaran mengenai suatu proses yang terakumulasi hingga titik
tertentu dengan menstandardisasikan praktik terbaik saat ini.
Perbolehkan ekspresi dan kreativitas individual untuk meningkatkan
standar tersebut, kemudian masukan hal tersebut kedalam standar baru
sehingga ketika seseorang pindah, Anda dapat menyerahkan pembelajaran ke
orang yang berikutnya.
Standarkan apa yang Anda kerjakan hari ini. Standar tersebut merupakan fondasi yang diperlukan yang akan menjadi dasar peningkatan hari esok.
Jika Anda menganggap ”standardisasi” sebagai hal terbaik yang Anda
ketahui hari ini, tetapi masih dapat ditingkatkan di hari esok, Anda
akan MAJU. Namun jika Anda berfikir bahwa standar adalah sesuatu yang membatasi, maka kemajuan akan BERHENTI.
Standar
yang kaku hanya akan menghasilkan batasan, dan akhirnya melahirkan
birokrasi baru. Birokrasi yang akan membuat organisasi Anda, berhenti
dan kemudian tertinggal.
Prinsip penting, bahwa STANDARDISASI adalah dasar dari Peningkatan Berkesinambungan dan Kualitas Produk.
Adalah
sebuah kesalahan bagi para Manajer yang menyatakan bahwa standardisasi
adalah melakukan sesuatu menurut prinsip ilmiah dan pembuktiannya, cara
yang terbaik dan ideal, kemudian MEMBAKUKANNYA. Salah. Ini-lah yang
menyebabkan kekakuan dan kebuntuan dalam mengali potensi kreativitas
yang hidup ditempat kerja. Bukan-kah tempat kerja adalah sesuatu yang
Dinamis?
Cara
pertama untuk mengetahui sebuah kesalahan dalam kualitas adalah
bertanya ”Apakah standar kerja telah diikuti dengan baik dan benar?”.
Bila jawabannya ”IYA”, maka yang perlu diperbaiki – diubah – diganti adalah standar kerjanya.
Namun apa yang biasanya terjadi? Menyalahkan atau mencari penyebab lain
sebelum melakukan peninjauan ulang terhadap sistem standar kerja yang
ada saat ini.
Tugas
penting saat mengimplementasikan standardisasi adalah menemukan
keseimbangan antara menyediakan prosedur kaku agar diikuti karyawan dan
menyediakan kebebasan untuk berinovasi dan menjadi kreatif untuk
memenuhi target yang menantang secara konsisten dalam hal biaya,
kualitas dan pengiriman. Kuncinya adalah terletak pada tugas orang
(pekerja/operator/pihak yang sangat berkaitan dalam pekerjaan tersebut)
untuk menulis standar kerja.
Cara terbaik untuk menjual kepatuhan adalah dengan menerapkan tahapan sebagai berikut:
Pastikan bahwa Prosedur Kerja mudah dibaca dan dimengerti (bila mungkin visualkan).
Tonjolkan sisi manfaat bila pekerja melakukan tahapan kerja dengan benar. Tuliskan manfaatnya pada prosedur kerja tersebut.
Bila telah memiliki Prosedur Kerja yang dimaksud, lakukan pelatihan.
Pastikan bahwa pelatihan itu menumbuhkan ’PENGERTIAN” akan aktivitas pekerjaan tersebut.
Pastikan
bahwa peserta pelatihan menanda-tangani kontrak kehadiran dan kontrak
akan melaksanakan aktivitas perkerjaannya sesuai dengan prosedur kerja
tersebut.
Lakukan
pengujian tertulis dan bila mungkin praktik, tentang apa yang telah
dipelajari dan pahaminya. Lakukan pengujian ulang bagi yang gagal.
Bila
ternyata ada pekerja yang sudah tiga kali mengulang masih gagal, maka
tinjaulah kembali ketepatan pekerja terhadap pekerjaannya.
Pangil
kembali pekerja tersebut dan lakukan peninjauan, setidaknya setiap 6
bulan sekali. Sebab proses adalah dinamika. Dan untuk menjadi lebih baik
harus melakukan perbaikan yang sesuai benar dengan kondisi tempat kerja
dan prosesnya. Standardisasikan dan dokumenkan dengan benar,
teridentifikasi dan terkontrol.
Kemudian pantaulah kepatuhan pekerja terhadap tahapan kerja.
Contoh penyiapan materi training standar kerja dan jadwal pelatihan OPL:
Buatlah penandaan-penandaan visual yang memudahkan tumbuhnya pengertian dan kepatuhan.
Penilaian
Kompetensi dan Ketrampilan yang terukur dan transparan, akan memotivasi
dan mempercepat lajunya perbaikan ditempat kerja.
0 komentar:
Posting Komentar